20 Tahun "Off" Buka Buku Scientific, Lulus Doktor S3 di Usia 59: Tidak Ada Kata Terlambat!
Siapa bilang belajar ada batas kedaluwarsa?
Di usia 57 tahun, saya memutuskan untuk kembali melompat ke dunia akademis. Jalur yang dipilih pun tidak main-main: Program Doktoral (S3) Manajemen Pendidikan Islam di UIN Raden Mas Said Surakarta.
Jujur saja, pertimbangannya cukup mendalam. Terakhir kali saya merasakan bangku perkuliahan S2 adalah tahun 2003. Artinya, sudah 20 tahun saya tidak menyentuh buku teks kuliah, apalagi membedah artikel-artikel ilmiah modern.
Awalnya sempat terlintas keraguan: "Apakah di usia seperti ini saya masih sanggup?"
Keraguan itu sirna setelah saya berdiskusi dengan salah satu dosen di UIN Surakarta. Jawaban beliau singkat, namun membakar semangat:
“Bapak sangat mampu!”
Kalimat sederhana itulah yang menjadi amunisi rasa percaya diri (pede) saya untuk membulatkan niat dan melangkah mantap.
Kelas Kecil, Semangat Besar
Di kelas S3, kami hanya bersembilan. Yang unik, beberapa dosen pengajar usianya jauh lebih muda dari saya. Namun, pesimis? Sama sekali tidak. Bagi saya, ilmu tidak pernah memandang usia.
Pengalaman bertahun-tahun di lapangan menjadi modal yang sangat berharga. Berbekal rekam jejak memimpin lembaga—pernah dipercaya menjadi Direktur Pondok sekaligus Kepala Sekolah di usia 23 tahun—membuat dinamika perkuliahan terasa begitu hidup. Baik saat tatap muka langsung maupun diskusi via Zoom, saya kerap dipercaya rekan-rekan untuk memimpin alur presentasi dan diskusi.
Perjalanan 2 Tahun 2 Bulan: Dari Proposal hingga Toga
Alhamdulillah, berkat komitmen, konsistensi, dan pertolongan Allah SWT, maraton akademik ini berhasil diselesaikan dalam waktu 2 tahun 2 bulan.
Jika ditengok kembali, setiap episodenya terasa sangat berkesan:
* 📌 September 2023 – Resmi masuk dan memulai perkuliahan S3
* 📌 November 2024 – Lulus Ujian Seminar Proposal
* 📌 Agustus 2025 – Lulus Ujian Seminar Hasil
* 📌 Januari 2026 – Melewati Ujian Tertutup
* 📌 Februari 2026 – Melaksanakan Ujian Terbuka
* 🎓 Juli 2026 – Momen kebanggaan: Wisuda S3
Riset Disertasi
Untuk tugas akhir pertanggungjawaban akademis ini, saya memilih penelitian kuantitatif dengan 4 variabel yang diangkat langsung dari dunia nyata yang dekat dengan keseharian saya:
"PENGARUH PERILAKU KERJA INOVATIF, KOMPETENSI DAN PERSEPSI ATAS KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PROFESIONAL PADA GURU DI YAYASAN AL ABIDIN SURAKARTA TAHUN 2024"
>
Catatan Pengingat Diri
Perjalanan ini menegaskan satu hal penting: tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu dan menantang batas kemampuan diri. Selama niat diikat kuat, pengalaman dipadukan dengan kerendahan hati untuk belajar hal baru, serta doa terus dilangitkan, jalan akan selalu dibukakan.
Semoga cerita singkat ini bisa memantik semangat bagi siapa saja yang sedang ragu untuk melangkah meraih mimpinya. Berapa pun usia Anda hari ini, teruslah belajar dan berkarya! 📚✨



