PENGAJIAN BULANAN YAYASAN AL ABIDIN
Pengajian rutin Yayasan Al Abidin Surakarta, diadakan secara daring, diikuti oleh 600 pegawai dari 36 unit sekolah dan 1 unit Sekolah Tinggi Al Abidin (STIA) dari 9 kota cabang
31 Oktober 2026
Tema: Kerja dengan Niat Ibadah dan Etos Kerja Seorang Muslim
MUKADDIMAH & PEMBUKAAN
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahi robbil 'alamin, wa bihi nasta'inu 'ala umuriddunya waddin. Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.
Yang saya hormati Bapak dan Ibu Pengurus Yayasan, para Kepala Unit, Bapak-Ibu Guru, serta rekan-rekan Karyawan dan Staf di seluruh jajaran Yayasan Al Abidin yang dirahmati oleh Allah SWT
Alhamdulillah, puji dan syukur marilah senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat, nikmat kesehatan, dan kesempatan dari-Nya, kita dapat kembali bersua dan bertatap muka dalam majelis ilmu pengajian rutin bulanan ini melalui media Zoom. Semoga setiap menit yang kita gunakan dan setiap kuota yang kita keluarkan dicatat oleh Allah SWT sebagai amalan yang melipatgandakan timbangan kebaikan kita.
Shalawat beriring salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Uswatun Hasanah kita, Nabi Besar Muhammad SAW, manusia terbaik yang menjadi teladan hidup kita. Semoga kelak di yaumil akhir, wajah-wajah kita dikenali oleh Rasulullah SAW dan kita diakui sebagai umatnya yang berhak mendapatkan syafaat beliau menuju surga-Nya Allah SWT.
Bapak, Ibu, dan saudara sekalian. Hari ini kita berkumpul bersama untuk menyegarkan kembali niat kita, meluruskan langkah kita, dan menyatukan etos kerja kita di bawah naungan Yayasan Al Abidin.
BAGIAN I: YAYASAN AL ABIDIN SEBAGAI ASET WAKAF UMAT
Bapak dan Ibu pegawai Al Abidin yang saya cintai karena Allah,
Sebelum kita melangkah pada tugas harian kita, mari kita sejenak menengok dan menyadari di mana tempat kita berpijak hari ini. Yayasan Al Abidin ini bukanlah milik pribadi, bukan milik perorangan, dan bukan pula milik kelompok tertentu.
Sejarah mencatat, Yayasan Al Abidin ini berdiri sejak tahun 1995 bermula dari wakaf tanah dan dana dari keluarga besar Bapak Hj. Suparno Zain Al Abidin (Bani Suparno). Kemudian lembaga ini terus tumbuh dan berkembang dari himpunan zakat, infaq, shodaqoh, serta sumbangsih dari para muhsinin dan umat Islam.
Lembaga ini didirikan secara independen murni untuk syiar Islam dan pendidikan anak-anak umat. Artinya apa, Bapak dan Ibu sekalian? Setiap jengkal tanah yang kita pijak di sekolah, gedung-gedung yang berdiri kokoh, meja, kursi, komputer, hingga ruang kelas tempat kita mengabdi, semuanya adalah aset wakaf milik umat Islam.
Posisi kita semua di sini—baik pembina, pengurus, guru, staf, maupun karyawan—adalah pihak yang diberi amanah untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan aset umat tersebut. Kita bukan pemiliknya, melainkan pelayan masyarakat yang mengelola harta wakaf ini agar terus memberikan kemanfaatan yang meluas bagi generasi Muslim.
Nabi Nuh 'Alaihissalam pernah menegaskan prinsip pengabdian dakwah sebagaimana direkam dalam Al-Qur'an Surat Hud ayat 29:

BAGIAN II: BERKERJA DENGAN NIAT IBADAH & MERAUP AMAL JARIYAH
Bapak, Ibu, dan Rekan-rekan sekalian,
Sebagai pegawai, tentu di akhir bulan kita menerima mukafaah atau gaji atas ikhtiar kerja kita. Itu adalah hak yang halal dan patut kita syukuri untuk menafkahi keluarga. Namun, saya ingin mengingatkan diri saya pribadi dan Bapak/Ibu sekalian: Jangan sampai niat kita bekerja di Al Abidin berhenti hanya pada lembaran rupiah atau menggugurkan kewajiban jam kerja semata!.
Jika seseorang berangkat pagi dan pulang sore hanya demi mengejar gaji duniawi tanpa ada niat ibadah, maka ia hanya mendapatkan apa yang ia niatkan di dunia, sementara di akhirat ia rugi karena pekerjaannya tidak berbekas pahala. Allah SWT mengingatkan dalam Surat Hud ayat 15-16:
.Maka, kuncinya ada pada NIAT. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits shahih yang sangat terkenal:

Bapak dan Ibu sekalian, niatkanlah setiap aktivitas kerja di Al Abidin ini murni karena Allah SWT.
Jika Bapak/Ibu Guru niat mengajar demi membentuk anak didik yang hafal Al-Qur'an dan berakhlak mulia,
Jika staf administrasi niat melayani dengan ramah demi kelancaran dakwah pendidikan,
Jika rekan kebersihan niat membersihkan area sekolah demi memuliakan tempat menuntut ilmu agama,
Maka ketahuilah, seluruh keringat, kelelahan, dan waktu yang kita curahkan berubah menjadi nilai ibadah yang agung.
Hebatnya lagi, para pewakif mendapatkan pahala mengalir (amal jariyah) karena menyumbangkan tanah dan hartanya. Kita mungkin tidak punya tanah atau dana besar untuk diwakafkan, tetapi ketika kita menjaga, merawat, dan mengajar di atas tanah wakaf ini secara ikhlas, insyaAllah kita mendapatkan pahala yang sama besarnya dengan pahala pewakifnya!.
Rasulullah SAW bersabda:

Oleh karena itu, mari kita pasang niat yang lurus: Kita bekerja di Al Abidin murni karena Allah SWT untuk mengumpulkan pundi-pundi pahala amal jariyah sebanyak-banyaknya melalui lembaga pendidikan ini.
BAGIAN III: ETOS KERJA MUSLIM & BEKAS (ATSAR) RUHANI SHOLAT
Bapak dan Ibu yang dirahmati Allah,
Dalam bekerja di lembaga Islam, kita tidak boleh bekerja tanpa atsar atau bekas ruhani. Pekerjaan seorang mukmin harus mencerminkan kualitas ibadahnya. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Fath ayat 29:
Al-Fath · Ayat 29
مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ ۗ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗٓ اَشِدَّاۤءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَيْنَهُمْ تَرٰىهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيْمَاهُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ اَثَرِ السُّجُوْدِ ۗ ࣖ ٢٩

"Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud..." (QS. Al-Fath: 29).
Atsar sujud atau bekas sujud itu bukan sekadar tanda hitam di dahi secara fisik, melainkan perilaku positif dan karakter terpuji yang membias dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. Jika ibadah sholat kita benar, maka rukun dan kebiasaan dalam sholat itu akan mengejawantah menjadi 7 Prinsip Etos Kerja Pegawai Al Abidin:
1. Menghargai Waktu & Kedisiplinan
Sholat tidak diterima jika dilakukan di luar waktunya. Anugerah paling berharga bagi seorang mukmin adalah waktu. Maka pegawai Al Abidin yang memiliki atsar sholat pasti menghargai waktu: hadir tepat waktu, masuk kelas sesuai jadwal, menyelesaikan administrasi tanpa menunda-nunda, dan tidak menyia-nyiakan jam kerja.
2. Kebersihan Jasmani, Ruhani, & Harta
Sholat tidak sah tanpa bersuci (thaharah). Seorang mukmin terbiasa menjaga kebersihan. Dalam etos kerja, ini berarti kita wajib menjaga kebersihan lingkungan sekolah, menjaga kebersihan hati dari iri dan dengki, serta menjaga kebersihan harta dari cara-cara yang tidak jujur. Bersih badan, bersih hati, bersih kata, dan bersih sikap.
3. Mengutamakan Keikhlasan
Sholat tanpa niat yang ikhlas karena Allah tidak akan bernilai. Begitu pula dalam bekerja, mukmin terbiasa bekerja dengan ikhlas tanpa mencari pujian manusia atau sanjungan pimpinan. Yang dicari murni adalah ridho dan pahala dari Allah SWT.
4. Keteraturan & Taat Aturan (SOP)
Gerakan sholat sangat teratur; tidak boleh ruku' sebelum takbir, dan tidak boleh sujud sebelum ruku'. Hidup dan kerja seorang mukmin itu teratur, tidak ada istilah "seenaknya sendiri" atau asal-asalan. Pegawai Al Abidin harus taat pada aturan lembaga, mematuhi SOP kerja, dan menjaga kualitas tugasnya.
5. Rendah Hati (Tawadhu')
Dalam sholat, bagian tubuh kita yang paling dihormati yaitu kepala dan dahi, diletakkan sejajar dengan kaki di atas tanah saat sujud. Ini mengajarkan kita untuk rendah hati. Setinggi apa pun jabatan kita di lembaga, kita tidak boleh sombong, tidak meremehkan rekan kerja, dan mau mendengarkan masukan.
6. Menghormati Pemimpin & Menjaga Kekompakan
Dalam sholat berjamaah, makmum wajib mengikuti gerakan imam dan tidak boleh mendahului. Bahkan jika imam sholat sambil duduk karena uzur, makmum pun diajarkan untuk merapatkan barisan. Dalam organisasi Yayasan Al Abidin, staf, guru, dan karyawan harus menjaga kedisiplinan barisan (shaf), kompak satu sama lain, serta taat pada kebijakan pimpinan unit demi kelancaran syiar lembaga.
7. Menebarkan Kedamaian & Kepedulian
Sholat diakhiri dengan salam ke kanan dan ke kiri sambil mendoakan keselamatan. Pegawai yang memiliki etos sholat akan senantiasa melihat sekelilingnya, peduli pada rekan kerja, tidak acuh tak acuh, serta membuat lingkungan sekolah menjadi aman, ramah, dan damai bagi anak didik maupun sesama pegawai.
Bapak dan Ibu keluarga besar Yayasan Al Abidin yang saya hormati,
Sebagai penutup pengajian kita pada hari ini, mari kita garis bawahi tiga poin inti untuk kita bawa pulang dan kita praktikan sehari-hari:
Kesadaran Tempat Berpijak: Yayasan Al Abidin adalah aset wakaf umat Islam. Tugas kita di sini adalah menjaga, merawat, dan mengembangkannya dengan penuh rasa tanggung jawab.
Meluruskan Niat: Mari kita niatkan bekerja di Al Abidin murni karena Allah SWT untuk menabung amal jariyah sebanyak-banyaknya. Keringat yang keluar dengan ikhlas akan diganjar pahala yang melimpah
Mewujudkan Etos Kerja Sholat: Mari tampilkan atsar atau bekas sujud dalam etos kerja kita—disiplin waktu, menjaga kebersihan, taat aturan lembaga, kompak menjaga barisan bersama pimpinan, rendah hati, dan menyebarkan kedamaian di lingkungan kerja.
Mari Kita Tutup dengan Doa Bersama:
Audzubillahi minasy syaithanir rajim. Bismillahir rahmanir rahim. Alhamdulillahi robbil 'alamin, hamdan syakirin, hamdan na'imin, hamday yuwaafi ni'amahu wa yukaafi-u mazidah.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.
Ya Allah, Ya Tuhan Kami yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Luruskanlah niat-niat kami dalam bekerja dan mengabdi di Yayasan Al Abidin ini. Bersihkanlah hati kami dari sifat riya', sombong, dan mencari pujian makhluk. Jadikanlah setiap langkah kaki, setiap ketikan jemari, setiap ucapan dalam mengajar, dan setiap tetes keringat kami sebagai pemberat timbangan amal kebaikan kami di yaumil akhir.
Ya Allah, berkahilah Yayasan Al Abidin ini. Berilah keberkahan dan pahala yang tak terputus bagi para pewakif, para pendiri, pengurus yayasan, pimpinan unit, para guru, staf, dan seluruh karyawan. Karuniakanlah kepada kami kesehatan, kelapangan rezeki yang halal, serta kekompakan dan keutuhan dalam merawat amanah aset umat ini.
Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanatau wa qina 'adzabannar.
Subhana robbika robbil 'izzati 'amma yashifun, wa salamun 'alal mursalin, walhamdulillahi robbil 'alamin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


